Pemain Sepakbola Paling Gendut di Dunia


Sebagai pemain sepakbola, kelincahan tentu menjadi faktor penting dalam menunjang karier. Hal itu tentu akan dapat dicapai dengan postur tubuh yang terbilang ideal dan atletis. Tak heran jika banyak pemain yang langsung menuai kritikan saat bobot badannya bertambah. 

Tak jarang bobot badan selalu dihubungkan dengan menurunnya performa sang pemain. Hal itu juga dialami bintang Inggris, Paul Gascoigne. Kebiasaannya menegak minuman keras membuat tubuhnya bak perahu karet.

Tak jauh beda dengan Mido. Sinar striker asal Mesir mulai redup seiring dengan berat badannya yang membesar.Ternyata, Gascoigne maupun Mido, tak masuk dalam 10 pesepakbola gendut versi The Sun.

Berikut 10 pesepakbola gendut yang mampu merasakan klub-klub elit dunia:
 

10. John Hartson


Berat badan Hartson membuat karirnya di sepakbola bak yoyo. Menjadi striker yang menakutkan saat membela

Fakta Menarik Soal Seks


Membicarakan mengenai hal seksual adalah sesuatu yang dianggap tabu. Tak bisa disalahkan, karena memang Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi budaya ketimuran. Sehingga pelajaran mengenai seks terkadang hanya diterima saat kamu duduk di bangku sekolah menengah atau universitas.

Tapi tahukah kamu bahwa pikiran seksual itu masuk ke pikiran pria berusia 18-30 tahun setiap 52 detik sekali? Dan jika dirata-rata itu berarti pikiran seks terjadi sebanyak 2.778 kali setiap 5 detik di sekitar dunia. Wow, sebuah rekor yang begitu luar biasa.

Eits, jangan terkejut sampai di situ. Karena ternyata masih banyak sekali fakta menarik soal seks yang ada di dunia ini. Jadikan pelajaran secara bijak ya!

1. Seks vs Pemilihan Presiden
Seks vs Pemilihan Presiden
Melakukan Pemilihan Presiden sepertinya dianggap hal yang membosankan oleh pria usia produktif di Amerika

Inilah Alasan Mengapa Bung Karno Harus Disingkirkan


Pada 1961-an, Presiden Soekarno gencar merevisi kontrak pengelolaan minyak oleh asing di Indonesia. Sebanyak 60 persen dari keuntungan perusahaan minyak asing menjadi jatah pemerintah. Kebanyakan pemodal asing gerah dengan peraturan itu.

Menurut sejarawan Asvi Marwan Adam, Soekarno benar-benar ingin sumber daya alam Indonesia dikelola oleh anak bangsa sendiri. Asvi menuturkan sebuah arsip di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengungkapkan pada 15 Desember 1965 sebuah tim dipimpin oleh Chaerul Saleh di Istana Cipanas sedang membahas nasionalisasi perusahaan asing di Indonesia.
http://www.memobee.com/images.php?param=q5iy71dG%2FKBrq%2F0Mj0IWtEIIXeNVIRqSTLnOdEJmNpfmmn35k1EQ6ACPokuwUKfKSdpBV%2BC1SiuxzfkIteocp%2FFGY%2BU%2F9%2Fkwu9GEiAuyVAKt0OQ13ayMQyJ3lFGCEGhqb2hAuCYqynKMz68263nXPQ%3D%3D

Soeharto yang pro-pemodal asing, datang ke sana menumpang helikopter. Dia menyatakan kepada peserta rapat dia dan Angkatan Darat tidak setuju rencana nasionalisasi perusahaan asing itu. “Soeharto sangat berani saat itu, Bung Karno juga tidak pernah memerintahkan seperti itu,” kata Asvi.

Free SMS

Chat Di Sini Ya ^_^

Friends

Follower's Blog

Iklan adsense

Iklan adsense Camp